Terbaru

Rabu, 11 April 2018

NIATKAN IBADAH DALAM SEGALA HAL

NIATKAN IBADAH DALAM SEGALA HAL

Assalamualaikum Wr. Wb. Hai sobatMoe... pada BuletinMoe edisi pertama ini, kami akan menyajikan profil kepala sekolah kita tercinta yaitu K. Hisbullah Huda. Siapa yang tidak mengenal beliau, pria yang lahir pada tanggal 5 Desember 1978 ini, menjabat sebagai kepala SMP Plus kurang lebih tujuh tahun lamanya. Hmmm.... lama sekali ya Sobat?!
Beliau lahir di Jember sebagai anak pertama dari enam bersaudara.  Pada tahun 1983-1985, beliau bersekolah di TK Darma Wanita, tahun 1987 bersekolah di SD Al Furqon ± 2 tahun beliau pindah ke SDN 01 Arjasa Jember. Tahun 1991, beliau melanjutkan pendidikannya ke SMPN Arjasa I. Tahun 1994, beliau pindah ke Sumenep dan meneruskan sekolah di MAN Sumenep. Setelah lulus, beliau melanjutkannya ke S1 STAIM Jember sampai pada tahun 2002. Sedangkan pendidikan non formalnya, hanya mengaji dan nyantri. Pada tahun 1997, beliau membuka Lembaga Pendidikan Al Qur’an (LPQ) Al Furqon di Jember kemudian berkembang menjadi PAUD.
Pada saat SD, beliau mengagumi salah satu sosok yaitu KH. Moh. Kholil yang juga seorang Hakim sekaligus kakek beliau. Beliau punya keinginan untuk menjadi seperti sosok Kiai Kholil dan ingin mondok di Sidogiri, tetapi keinginan tersebut berseberangan dengan keinginan abah beliau karena keinginan untuk menjadi santri perlu kehati-hatian. Oleh sebab itu, beliau tidak diizinkan untuk mondok.
Kemudian pada saat lulus SMP, abahnya menanyakan lagi tentang keinginan beliau sekolah, tetapi jawaban beliau tetap sama yaitu ingin mondok di Sidogiri karena semua kerabat dari abah beliau alumni Sidogiri. Tetapi keinginan tersebut belum juga dikabulkan. Tiga tahun berkeinginan nyantri membuat abah beliau akhirnya menyerah dan memutuskan untuk mengirim beliau ke Sumenep yaitu ke pondok pesantren Al Usymuni yang pengasuhnya merupakan kerabat dari abah beliau yaitu KH. Abdullah Kholil yang juga seorang hakim berdomisili di Surabaya. Saat itu, pondok pesantren Al Usymuni sudah menjadi ranting Sidogiri.
Akhirnya pada tahun 2011 beliau dipercaya oleh Kiai Abdullah Kholil untuk menjadi Kepala SMP Plus Miftahul Ulum. Dengan kepercayaan tersebut,beliau ingin bertekad membuat SMP Plus lebih maju dan lebih dikenal masyarakat. Salah satu cita-cita beliau yaitu bisa mencetak siswa yang handal tidak hanya handal dalam segi keagamaan tetapi juga dalam  segi akademik, berbudi luhur, dan berkhlakul karimah baik di lingkungan sekolah maupun di lingkungan masyarakat. Beliau selalu meniatkan ibadah dalam segala hal.
Berkat kesabaran dan ketelatenan beliau, SMP Plus berhasil mendapatkan beberapa bantuan dari pusat diantaranya, 10 perangkat komputer plus jaringan speedy beserta beberapa kursi, bantuan dana program Sekolah Berbasis Pesantren (SBP) dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), bantuan hibah kantin dari Dinas Ketahanan Pangan berupa beberapa peralatan pangan seperti kompor gas, mangkok, sendok dsb, serta bahan-bahan pangan, seperti tiwul, agar-agar, beras cerdas, dsb. Tidak hanya itu saja, beliau berhasil mengantarkan para siswa meraih beberapa kejuaraan diantaranya, juara Harapan II Lomba Gerak Jalan tingkat SMP tahun 2014, juara III lomba Seni Baca Al Qur’an Putra di Festival dan LombaSeni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat SMP tahun 2015, juara III Tenis Meja Putra tahun 2015, juara Harapan III Lomba Lukis Batik tahun 2016, dsb.

Disclaimer: Images, articles or videos that exist on the web sometimes come from various sources of other media. Copyright is fully owned by the source. If there is a problem with this matter, you can contact